Minggu, 23 April 2017

Pesialis Jambret Di Kota Langsa Di Ringkus Polisi.





Langsa – Sat Reskrim Polres Langsa berhasil meringkus Dua orang pelaku penjambretan yang kerap kali beroperasi di wilayah Kota Langsa, para pelaku ditangkap oleh personel Polres Langsa, pada Selasa (12/04/2017) sekira pukul 23.00 WIB di jln. A. Yani Depan Raja Kopi Gp. Teungoh Kecamatan. Langsa Kota.

Kapolres Langsa AKBP Iskandar ZA saat di konfirmasi awak media melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Toufiq Rabu petang mengatakan, para tersangka jambret ini bernama Samsul Bahri (23) Pekerjaan Tukang Pangkas Merupakan warga Desa Blang Guci Kecamatan Idi Kabupaten Aceh Timur.

Satu orang lagi bernama Khairul (20) Mahasiswa mrupakan warga Jln. P. Polem Gp. Jawa Kecamatan. Langsa Kota Pemko Langsa. Katanya.

Sambung kasat, Menurut keterangan kedua pelaku saat diperiksa oleh petugas, sasaran yang menjadi incaran mereka dalam menjalankan aksi penjambretannya yaitu para wanita atau muda mudi yang sedang melintas di area yang sedikit sepi, dan jauh dari pusat keramaian.

Dalam melancarkan aksi nya para pelaku ini juga tak segan-segan menggunakan tindak kekerasan terhadap si korban mulai dari memukul hingga melukai korban dengan senjata tajam.

Para pelaku juga mengakui bahwa mereka telah beberapa kali melakukan aksinya di masing-masing tempat yang berbeda.

Dan kini para pelaku terpaksa meringkuk di sel tahanan Polres Langsa berikut sejumlah barang bukti yang berhasil disita oleh petugas diantara nya, dompet, kartu tanda pengenal (korban), tas, handphone, dan beberapa barang lainnya seperti :

1 (satu) lembar STNK no. 01550317 / AC / 2014, an. Arianto

1 (satu) buah dompet perempuan yg berisikan Uang Tunai Sejumlah Rp. 3.500.000,-

2 (dua) buah kartu ATM

1 (satu) buah KTP

1 (satu) buah SIM

1 (satu) lembar STNK no. 01550317 / AC / 2014, an. Arianto (BB telah disita) Sepeda Motor yamaha V Xion BL 5719 DAP milik
pelaku yang biasa digunakannya dalam menjalankan aksi tersebut juga turut disita oleh petugas, sebagai barang bukti. Tutup nya.

Pemilihan Duta Wisata Wakatobi




Wakatobi- Setelah melewati proses seleksi dan persaingan yang begitu ketat RudiyantoLapaudi yang mewakili Sanggar Kanamingku dan Nuraisyah mewakili Wangi-Wangi, keduanya terpilih sebagaiDuta Wisata Wakatobi.Keputusan mutlak dan tidak bisa diganggu gugat itu ditetapkan oleh Dewi Amor yang juga adalah Ratu Citra 2016, Oktrisman, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara serta Ketua Tim Penggerak PKK, Nyonya Safaria Arhawi.Event sekali dalam setahun ini dilaksanakan oleh Pemerintah daerah melalui Dinas Priwisata Kabupaten Wakatobi pemilihan Duta Wisata Wakatobi, dengan tema Membangun kualitas dan daya saing kepariwisataan pemuda kabupaten Wakatobi Ana Moane dan Ana Kalambe 2017, digedung Pesanggrahan Kecamatan Wangi-Wangi Selatan.Dalam proses seleksi, setiap peserta di wajibkan menjawab pertanyaan dewan juri dalam hal kepariwisataan baik dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris maupun Bahasa Mandarin.Ditemui usai dinobatkan sebagai Duta Wisata Wakatobi keduanya kompak mengatakan bahwa ini diluar dugaan mengingat peserta lainnya sangat luar biasa kecerdasannya.“Kami tidak meyangka bisa terpilih, kendati para pesaing tingkat kecerdasannya diatas rata2, dan secarapribadi kami juga bangga sebagai putra daerah bisa terpilih menjadi duta wisata wakatobi, sebab sebagai putra daerah kami bisa ikut serta dan ambil bagian dalam mempromosikan wakatobi, baik secara Nasional maupunInternasional.” Ungkap Rudiyanto Lapaudi. Senin, (10/04/17).Yang terpenting, sambungnya, adalah melakukan kerja sama dengan Pemerintah Daerah untuk melakukan pengembangan destinasi, ekonomi kreatif, dan kelembagaan, misalnya, sumber daya manusia (SDM), tempat pelatihan seperti sanggar, karena tanpa support dari Pemerintah kami bukanlah apa-apa.Pemilihan Duta Wisata dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Waktobi Muhammad Ilyas Abibu aggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah) Republik Indonesia (RI), Wa Ode Hamsinah Bolu dan Kepala Dinas Pariwisata, Nadar serta Diikuti Sebanyak 12 pasang peserta dari 8 kecamatan yang ada di Wakatobi.Diketahui Pasangan Duta Wisata ini merupakan jebolan Universitas Haluoleo (UHO) Kendari, Rudiyanto Lapaudi adalah Alumni Fakultas Hukum, sementara Nuraisyah adalah mahasiswi fakultas pendidikan jurusan Sastra Inggris.


Pemilihan Duta Wisata Wakatobi




Wakatobi- Setelah melewati proses seleksi dan persaingan yang begitu ketat RudiyantoLapaudi yang mewakili Sanggar Kanamingku dan Nuraisyah mewakili Wangi-Wangi, keduanya terpilih sebagaiDuta Wisata Wakatobi.Keputusan mutlak dan tidak bisa diganggu gugat itu ditetapkan oleh Dewi Amor yang juga adalah Ratu Citra 2016, Oktrisman, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara serta Ketua Tim Penggerak PKK, Nyonya Safaria Arhawi.Event sekali dalam setahun ini dilaksanakan oleh Pemerintah daerah melalui Dinas Priwisata Kabupaten Wakatobi pemilihan Duta Wisata Wakatobi, dengan tema Membangun kualitas dan daya saing kepariwisataan pemuda kabupaten Wakatobi Ana Moane dan Ana Kalambe 2017, digedung Pesanggrahan Kecamatan Wangi-Wangi Selatan.Dalam proses seleksi, setiap peserta di wajibkan menjawab pertanyaan dewan juri dalam hal kepariwisataan baik dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris maupun Bahasa Mandarin.Ditemui usai dinobatkan sebagai Duta Wisata Wakatobi keduanya kompak mengatakan bahwa ini diluar dugaan mengingat peserta lainnya sangat luar biasa kecerdasannya.“Kami tidak meyangka bisa terpilih, kendati para pesaing tingkat kecerdasannya diatas rata2, dan secarapribadi kami juga bangga sebagai putra daerah bisa terpilih menjadi duta wisata wakatobi, sebab sebagai putra daerah kami bisa ikut serta dan ambil bagian dalam mempromosikan wakatobi, baik secara Nasional maupunInternasional.” Ungkap Rudiyanto Lapaudi. Senin, (10/04/17).Yang terpenting, sambungnya, adalah melakukan kerja sama dengan Pemerintah Daerah untuk melakukan pengembangan destinasi, ekonomi kreatif, dan kelembagaan, misalnya, sumber daya manusia (SDM), tempat pelatihan seperti sanggar, karena tanpa support dari Pemerintah kami bukanlah apa-apa.Pemilihan Duta Wisata dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Waktobi Muhammad Ilyas Abibu aggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah) Republik Indonesia (RI), Wa Ode Hamsinah Bolu dan Kepala Dinas Pariwisata, Nadar serta Diikuti Sebanyak 12 pasang peserta dari 8 kecamatan yang ada di Wakatobi.Diketahui Pasangan Duta Wisata ini merupakan jebolan Universitas Haluoleo (UHO) Kendari, Rudiyanto Lapaudi adalah Alumni Fakultas Hukum, sementara Nuraisyah adalah mahasiswi fakultas pendidikan jurusan Sastra Inggris.


Pemilihan Duta Wisata Wakatobi




Wakatobi- Setelah melewati proses seleksi dan persaingan yang begitu ketat RudiyantoLapaudi yang mewakili Sanggar Kanamingku dan Nuraisyah mewakili Wangi-Wangi, keduanya terpilih sebagaiDuta Wisata Wakatobi.Keputusan mutlak dan tidak bisa diganggu gugat itu ditetapkan oleh Dewi Amor yang juga adalah Ratu Citra 2016, Oktrisman, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara serta Ketua Tim Penggerak PKK, Nyonya Safaria Arhawi.Event sekali dalam setahun ini dilaksanakan oleh Pemerintah daerah melalui Dinas Priwisata Kabupaten Wakatobi pemilihan Duta Wisata Wakatobi, dengan tema Membangun kualitas dan daya saing kepariwisataan pemuda kabupaten Wakatobi Ana Moane dan Ana Kalambe 2017, digedung Pesanggrahan Kecamatan Wangi-Wangi Selatan.Dalam proses seleksi, setiap peserta di wajibkan menjawab pertanyaan dewan juri dalam hal kepariwisataan baik dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris maupun Bahasa Mandarin.Ditemui usai dinobatkan sebagai Duta Wisata Wakatobi keduanya kompak mengatakan bahwa ini diluar dugaan mengingat peserta lainnya sangat luar biasa kecerdasannya.“Kami tidak meyangka bisa terpilih, kendati para pesaing tingkat kecerdasannya diatas rata2, dan secarapribadi kami juga bangga sebagai putra daerah bisa terpilih menjadi duta wisata wakatobi, sebab sebagai putra daerah kami bisa ikut serta dan ambil bagian dalam mempromosikan wakatobi, baik secara Nasional maupunInternasional.” Ungkap Rudiyanto Lapaudi. Senin, (10/04/17).Yang terpenting, sambungnya, adalah melakukan kerja sama dengan Pemerintah Daerah untuk melakukan pengembangan destinasi, ekonomi kreatif, dan kelembagaan, misalnya, sumber daya manusia (SDM), tempat pelatihan seperti sanggar, karena tanpa support dari Pemerintah kami bukanlah apa-apa.Pemilihan Duta Wisata dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Waktobi Muhammad Ilyas Abibu aggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah) Republik Indonesia (RI), Wa Ode Hamsinah Bolu dan Kepala Dinas Pariwisata, Nadar serta Diikuti Sebanyak 12 pasang peserta dari 8 kecamatan yang ada di Wakatobi.Diketahui Pasangan Duta Wisata ini merupakan jebolan Universitas Haluoleo (UHO) Kendari, Rudiyanto Lapaudi adalah Alumni Fakultas Hukum, sementara Nuraisyah adalah mahasiswi fakultas pendidikan jurusan Sastra Inggris.


LINTAS KOMUNITAS BANYUMAS PEDULI MASYARAKAT BAWAH




BANYUMAS-Kegiatan sosial Lintas komunitas Banyumas perlu di acungi jempol,Lintas komunitas adalah kumpulan komunitas-komunitas yang ada di kabupaten Banyumas dan sekitarnya.Para komunitas tersebut terdiri dari anak muda-mudi yang tergugah dari kesadaranya sendiri untuk membantu masyarakat yang kurang beruntung Dan kurang mendapat perhatian dari pemerintah.
Kegitan para komunitas di banyumas meliputi kegiatan sosial bedah rumah,membagikan sembako,menjenguk orang miskin sakit,memberi sedekah anak yatim,  membagikan nasi bungkus kepada para gelandangan,tukang becak,tukang parkir dan sebagainya.Kegiatan dari bulan Maret hingga tanggal 16 April tercatat Lintas komunitas sudah memperbaiki RTLH (Rumah Tak Layak Huni) sekitar Sebanyak 7 buah rumah.
Lintas komunitas ternbentuk tanpa ada paksaan dan atas kesadaran sendiri untuk membantu masyarakat yang layak di bantu tanpa memandang latar belakang seseorang tersebut,Dari agama,suku,ras,kulit,budaya dan sebagainya.Lintas komunitas ini yang terdiri dari beberapa komunitas yaitu: komunitas SePang Sedulur Panginyongan,komunitas Undercover Purwokerto,Berita Panginyongan,KNP(Ketimbang Ngemis Purwokerto),Komunitas BAWOR Banyumas,KOWAS Ciber,Komunitas GRUP (Guyub Rukun Purwokerto),komunitas ILR (Inyong Lan Rika),Komunitas BANDAFO (Banyumas Dalam Info) dan masih banyak lagi.
"Kami bergerak dengan rasa tulus iklas membantu masyarakat yang sedang mengalami kesusahan dan perlu mendapat bantuan"tutur muvik salah seorang dari anggota komunitas dalam keteranganya.
Keterangan Supriyanto salah satu anggota Babinsa dari koramil kecamatan Sokaraja "Saya selaku TNI dan mewakiki anggota koramil yang lain,Menanggapi hal ini sangat mendukung dan kami dari TNI siap datang membantu bila  ada kegiatan sosial seperti lagi".
Dalam setiap tempat kegiatan yang dilakukan oleh Lintas komunitas,Selalu berkordinasi dengan Koramil dan Polsek setempat,terutama saat kegiatan bedah rumah.Dengan Acara kegiatan yang positif ini,Lintas Komunitas selalu mendapat dukungan dari warga setempat,Aparat desa,serta mendapat dukungan dari para relawan.
Beberapa lokasi yang pernah di bedah rumahnya antara lain Rumah bapak Rovik desa karang anyar Rt/w 02/02 kec.patiraja,Rumah mbah kiram Rt/w 02/04 sokaraja kulon kec.Sokaraja,Rumah mbah Nawin desa karang salam Rt/w 03/02 kec.Baturaden,Rumah Mbah kidah karang soka Rt/w 03/01 kec.kembaran,rumah mbah kalem Rt/w 01/02,rumah mbah Tartem Rt/w 02/01,mbah natem Rt/w 07/02 karang anyar kec.Jatilawang.
Lintas komunitas ini terbentuk dari adanya media sosial melalui Facebook,instagram,Whatsshap dan sebagainya.Sumber dana yang mereka dapat dari patungan anggota,dari donatur-donatur dalam negeri atau pun Luar negeri.(SONN)

Musrenbang Kecamatan Paron Tahun 2018 Untuk Menampung Aspirasi Masyarakat Di 14 Desa

Laporan – Prastiwi Wartawati CAKRAWALA NGAWI - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan adalah forum musyawar...