Senin, 18 Desember 2017

AKSES PENYEBERANGAN SUNGAI KONAWEEHA MENGGUNAKAN PINCARA BUTUH SENTUHAN PEMERINTAH.




Laporan – Akbar
Wartawan Tabloid CAKRAWALA

SABULAKOA - Sungai Konaweeha yang terbentang horizontal merupakan batas alam antara dua Kabupaten, yang berada pada Provinsi Sulawesi Tenggara ( Sultra), yakni Kab. Konawe Selatan dan Kab. Konawe,  dengan bentangan kurang lebih 50 m,  dengan kedalamn normal 5 hingga 6 m,  yang akses dan jasa penyeberangan telah menjadi pilihan sejumlah Warga yang bepergian jauh menuju Kab. Konawe dan sebaliknya, ini merupakan potensi alam yang dipunyai Desa Tetenggabo,  yang telah mendatangkan manfaat dan penghasilan bagi Masyarakat, melalui sekelompok warga yang menyiapkan jasa penyeberangan dengan menggunakan pincara atau alat transportasi yang sangat sederhana,  seperti yang tampak saat ini.
Tempat penyeberangan Sungai Konaweeha dengan menggunakan Pincara,  sudah cukup lama digunakan Masyarakat yang hendak bepergian jauh,  sebab selain sangat dekat untuk menggapai kab. Konawe atau sebaliknya juga ongkos yang dikeluarkan sangat murah,  yang hanya membayar jasa penyeberangan sebesar Rp. 10.000.00, perorang dalam sekali menyeberang, juga para pengguna jasa ini dapat menikmati panorama alamnya yang cukup indah dengan pergerakan airnya yang selalu membentuk lingkaran.
Sebagaimana dalam kutipan suara Sekdes Tetenggabo,  Sogo pada Awak media ini mengatakan bahwa " Jasa penyeberangan yang selamah ini dimanfaatkan oleh Masyarakat,  melalui transpotasi yang sangat sederhana merupakan sumber daya Alam yang dimiliki Desa Tetenggabo yang sangat perlu dikembangkan dengan baik,  sebab jalur lintasan ini sudah menjadi pilihan Masyarakat umum yang hendak bepergian ke Kab. Konawe atau ke Kab. Konawe Selatan " tegasnya
" Selain jangkauan waktu yang cuman hitungan menit sudah tiba di dua Kabupaten yang dimaksud juga ongkos yang harus dikeluarkan oleh pengguna jasa penyeberangan ini sangat kecil,  yang hanya membayar sebesar Rp. 10.000.00, perorang  pada penyedia jasa " ungkap Sekdes
Lanjut Sogo,  bahwa potensi yang dimiliki saat ini perlu pengembangan lebih baik oleh pemerintah Desa,  pemda Konawe Selatan hingga pada Pemerintah pusat, terutama pada penyediaan Sarana dan prasarananya, baik alat penyeberangannya maupun pada Jembatanya, sehingga manfaatnya dapat lebih dinikmati para penggunanya dengan aman
Ditambahkannya bahwa,  saat ini pelaksanaan pemerintahan Desa Tetenggabo dilaksanakan oleh Sekdes, karena Kondisi Kesehatan Kadesnya selalu terganggu, namun tidak mengurangi pada pelayanan Pemerintahan Desa pada Masyarakatnya, kata Sogo selaku Sekdes
Hal yang perlu diketahui bahwa,  saat ini pemdes Tetenggabo sedang dalam proses penyelesaian kegiatan fisik tahap dua, dalam pembangunan RTLH 10 unit,  pemasangan proteksi atau Talud 600 m,  dan pembuatan Deucher 4 unit,  yang sebelumnya telah usai dilaksanakan pembangunan Drainase 480 m,  pembukaan jalan baru 900 m pada tahap satu,  kegiatan ini dilaksanakan TPKD yang diketuai Arsas bersama tim tpk lainnya,  dengan pengawasan sekdes dan Masyarakat. ( Akbar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Musrenbang Kecamatan Paron Tahun 2018 Untuk Menampung Aspirasi Masyarakat Di 14 Desa

Laporan – Prastiwi Wartawati CAKRAWALA NGAWI - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan adalah forum musyawar...