Senin, 06 November 2017

Disparpora Kabupaten Ngawi Mengadakan Lomba Drumband Bupati Cup 2017




Laporan – Prastiwi
Wartawati Tabloid Cakrawala

NGAWI - Dinas Pariwisata, Pemuda & Olahraga (Disparpora) Kabupaten Ngawi mengadakan Lomba Drumband Bupati Cup 2017 pada tanggal (31 Oktober 2017) bertempat di Alun-alun Merdeka Ngawi. Acara ini dibuka oleh Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar ST, MH ditandai dengan pemukulan Drum. Hadir di acara pembukaan, yaitu Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, MH, MM., Plt. Kepala Disparpora Kabupaten Ngawi Drs. Yulianto Kusprasetyo, Kapolres Ngawi, Kasdim 0805 Ngawi, Danyon Armed 12 Ngawi, Ketua Koni Kabupaten Ngawi Rachmad Suprasono, SH, Para Kadin di lingkup Pemkab Ngawi & Para Kepala Sekolah SD, MI, SMP, MTSN & SMA, SMK, & MAN yang mengikuti lomba Drumband.


Plt. Kepala Disparpora Kabupaten Ngawi Drs. Yulianto Kusprasetyo mengatakan, "Lomba Drumband Bupati Cup 2017 mengangkat Tema 'Sumpah Pemuda', objeknya adalah pemuda. Tujuan utama Lomba Drumband ini adalsh mengembangkan minat dan bakat yang berupa kemampuan berekspresi pada pelajar.
Selamat kepada seluruh pemenang, semoga dengan semangat Hari Sumpah Pemuda ke-89, berkegiatan kreatif dan sportif mampu menjaga kedaulatan bangsa ini. Kegiatan Drumband berangkat dari berbagai jenis alat musik namun karena dimainkan secara bersama akan menjadi baik dan harmonis, wujud persatuan yang erat dan sinergi antar seluruh komponennya", ujarnya.

Lebih lanjut Kabid Pemuda dan Olahraga Peggy Yudho Subekti, S.STP, MH selaku Koordinator  Penyelenggaraan Lomba Drumband menjelaskan, "Lomba Drumband Pelajar Bupati Cup 2017 diikuti 25 Regu Drumband Pelajar Se-Kabupaten Ngawi, terdiri dari Regu Drumband SD, MI, SMP, MTsN5, SMA, SMK & MAN. Dewan Jurinya dari KONI Pengprov Cabor Drumband Jawa Timur & Juri Lokal yang sudah bersertifikat Nasional, yaitu Yoni, S.Pd, Drs. Samsul dan Abdul Salam. Sedangkan Juri Lokalnya, yaitu Drs. Mafudzi M.Ag., Moch Ridho S.PdI., Mariana Afridawati, Subardi S.Ag dan Subardi S.Ag. Penilaian Lomba Drumbang ini, jurinya sangat fairplay, jadi pemenangnya suguhannya, penampilanya memang benar2 sempurna dan bagus dan layak disebut sebagai Juara. Adapun Pemenang Limba Drumband Bupati Cup 2017 adalah :

TINGKAT SMP, MTsN, SMA, MAN, yaitu :
Juara Unjuk Gelar :
MTsN Kedunggalar
SMAN 1 Widodaren
SMPN 1 Kedunggalar

Juara Gitapati :
MTsN Kedunggalar
SMP Islamiyah Widodaren
SMAN 1 Widodaren

Juara Paramanandi :
MTsN Kedunggalar
SMP Islamiyah Widodaren
SMAN 1 Widodaren

TINGKAT SD
Juara Unjuk Gelar SD Non Brass :
SD Karangasri 1 Ngawi
MI Nurulsalam
SD Muhammadiyah Sine
Juara Unjuk Gelar Tingkat SD Brass :

MI Muh Nglencong Sine
MIN 5 Gelung
MI Muhammadiyah Walikukun
Juara Paramanandi Tingkat SD:

MIN 5 Gelung
MI Muhammadiyah Walikukun
MI Muhammadiyah Nglencong
Juara Gitapati Tingkat SD :

MI Muhammadiyah Nglencung
MI Muhammadiyah Walikukun
MIN 5 Gelung.

Selamat kepada seluruh pemenang Lomba Drumband Bupati Cup 2017", jelasnya. (Tiwi)

Ketua PWI Sumsel Lantik Kepengurusan PWI Kab Musi Rawas




Laporan – Arias
Wartawan Tabloid Cakrawala

Musi Rawas -  Pelantikan ketua PWI kabupaten Musi Rawas di lantik langsung oleh ketua PWI Propinsi Sumatera Selatan ,H Oktaf Riadi di pendopoan rumah Dinas Bupati Musi Rawas,pada hari kamis(26/10/17)


 Hadir dalam acara pelantikan Wakil Bupati Musi Rawas,Hj.Suwarti,Pimpinan OPD,Pengurus PWI Sumsel dan Insan Pers Kota Lubuk Linggau,Muratara dan Musi Rawas.Dalam kata sambutanya Wakil Bupati Musi Rawas,Hj Suwarti Mengucapkan Selamat atas pelantikan PWI Musi Rawas Priode 2017-2020,di tambahkanya Pelantikan PWI Musi Rawas di harapkan  dapat ikut membagun  daerah dan mencerdaskan kehidupan berbangsa,diharapkan juga dapat membagun optimisme etos kerja masyarakat dalam menyajikan informasi,dari pemerintah pemkab siap untuk menciptakan wartawan-wartawan proposional serta terus dapat menyebarkan informasi yang sifatnya membangun daerahnya,ungkap wabub Mura Hj Suwarti.
Sementara itu,Ketua PWI Sumsel,H Oktaf Riadi mengucapkan selamat atas terlantiknya kepengurusan PWI kabupaten Musi Rawas, Periode 2017-2020.melalui pelantikan ini saya Berharap agar pengurus PWI Musi Rawas dapat Bekerjasama Secara maksimal  dengan tetap menjunjung tinggi Profesionalisme,dan tetap menjaga Etika sehingga dapat memenuhi Fungsi Jurnalis sebagai sarana mencerdaskan kehidupan berbangsa dan menjaga Popesionalesme Berdasarkan Fakta bukan Hoak,tegasnya.Noviansyah Ketua PWI Musi Rawas Terpilih mengungkapkan pelantikan ini di harapkan dapat memberikan kontribusi bagi pemerintah kabupaten musi rawas dan ikut melaksanakan pembangunan daerah Musi Rawas Sempurna,Mandiri,Produktif,Unggul,Relegius,Nyaman dan Aman,Jelas Novi.ditambahkanya kepada pengurus,anggota dan Insan Pers di kabupaten Musi Rawas,saya berharap dapat menjalankan Fungsinya Sesuai pedoman dan Peraturan PWI yang termasuk Dalam AD/ART.ungkapannya (Arias)

ARSALIM BUKA SOSIALISASI UU no. 2 TAHUN 2017, TENTANG JASA KONSTRUKSI YANG BARU.




Laporan – Akbar
Wartawan Tabloid Cakrawala

KENDARI - Acara yang diselenggarakan oleh Dinas PU dan tata ruang bidang jasa konstruksi Konsel, tentang sosialisasi UU no.2 tahun 2017 dibuka oleh Wabup Konsel, Dr, H.Arsalim Arifin, SE, M.si, yang didampingi oleh asisten 1, bid.pemerintahan pemda Konsel, Ir, H. Agusalim, M.si, asisten 2 bid, perekonomian dan pembangunan, Saala, ST, M.si, yang mengangkat tema " peran jasa konstruksi dan pembinaan mitra kerja di Daerah menuju kemandirian serta keunggulan konstruksi di Indonesia " berlangsung di SAME hotel Kendari, senin ( 6/11/2017 )

Dalam kegiatan berlangsung ikut pula dihadiri oleh kepala Balai jakon wil. 6 Makassar, Ir. Faisal Lukman, MT, Kabid Jakon dinas cipta karya, bina konstruksi dan TR Prov. Sultra, H. Didi Ardisyah, ST, MM, ketua LPJK Prov. Sultra, Buhardiman, ST, MS, Kepala BPJS ketenagakerjaan Kab. Konsel, Antawirya, SE, Kasi Intel Kejari Konsel, Ramadhan, SH, MH, serta para Kadis dan kepala bagian terkait lingkup Pemda Konsel, juga ketua asosiasi Pengusaha dan konstruksi se - Konsel.

Sosialisasi ini merupakan upaya bersama dalam melakukan upaya nyata, dalam peningkatan infprastruktur di Konawe Selatan, dibidang konstruksi sekaligus membuka wawasan semuah stakeholder dalam menjawab tantangan pembangunan infrastruktur yang semakin kompetitif, berkualitas dan berdaya saing, ungkap Arsalim dalam sambutannya.

 " dengan ditetapkannya UU ini kita dituntut dapat bersaing dengan pekerja Asing, apalagi memasuki era masyarakat ekonomi Asean ( MEA ) kedepan, dimana arus TKA tak dapat terbendung sehingga kita harus berbenah dan memiliki sertifikat kompetensi kerja yang bisa digunakan di dalam maupun luar Negeri, berdasarkan Inpres agar mempercepat sertifikasi pekerjaan konstruksi mulai dari Pusat hingga ke Daerah masing - masing, dengan tujuan meningkatkan SDM yang muarahnya untuk peningkatan mutu pekerjaan " terang Wabup konsel

" Lanjut, selain itu juga UU ini perlu mengatur adanya pembagian peran yang lebih jelas, antara Provinsi dan Kabupaten dalam pelaksanaan kegiatan konstruksi, dan peran Masyarakat dalam pengawasan atas pelaksanaan jasa tersebut, sehingga dikesempatan ini juga saya laporkan kepada kepala Balai Besar Wil. 6 Makassar, yang berkenan hadir dalam kegiatan ini, bahwa permasaalahan saat ini adalah kendala pembangunan Jalan konstruksi, salah satunya pembagian wewenang pembangunan jalan, yang mana Jalan Naaional sudah tidak ada masaalah. Tapi yang jadi masalah adalah Jalan Kabupaten yang belum memadai, karena wewenang kab. Masi terbatas sehingga mempengaruhi percepatan pembangunan di Daerah, jadi diharapkan pemsoalan ini dapat diteruskan ditingkat atas agar ada solusi terbaik untuk Daerah" Lapor Arsalim pada Ka.Balai Besar Jakon wil.6 Makassar.

" untuk pengusaha lokal akan diberdayakan, sehingga penghaailan mereka naik dan sejaterah, dengan syarat punya sertifikasi, iya mencontohkan bahwa pembeeian proyek PL diberikan pada pengusaha muda, ini juga sejalan dengan visi misi Pemda Konsel untuk menciptakan Wirausahawan dan enterpreneur baru " katanya.

" akhir sambutan mantan kepala bappeda Konsel ini, mengingatkan kepada para peserta sosialisasi agar memahami setiap meteri yang disampaiakan, sehingga melahirkan melahirkan konstruksi bersertifikat yang tampil dan memiliki daya saing yang tinggi, sehingga dapat berkonribusi positif terhadap capaian visi misi Pemda Konsel.

Hal yang sama disampaikan oleh Kadis PU dan tata ruang Konsel, H. Ichsan Porosi, ST, MTP mengatakan bahwa " sosialisasi ini sebagai upaya untuk meningkatkan Prov mahaman tentang UU konstruksi baru, dan menjawab tantangan peeubahan jasa konstruksi yang sejalan dengan perkembanagan dunia konstruksi yang terbuka, menuju industri konstruksi yang berkelanjutan, serta mensertifikasi para penyelenggara konstruksi Konsel, sehingga besa berdaya saing dan memberikan manfaat pada Pelaku dan Masyarakat serta membantu peningkatan pembangunan di Wilayah Konsel khususnya dan Indonesia pada umumnya " tegasnya

Lanjut Ichsan " jasa konstruksi ini tidak lagi berorientasi hanya pada urusan bidang PU saja, tetapi mencakup seluruh sektor penyelenggara pekerjaan konstruksi mulai dari Pusat hingga ke Daerah " tutupnya

Sedangkan ketua panitia kegiatan Jakon Dinas PU dan TR Konsel, Achmas M. Diyas, ST, MPW menjelaskan bahwa " tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi peraturan dan penyelenggaraan forum sosialisasi UU no. 2 tahun 2017, tentang jasa konstruksi dan kebijakan terkaitdengan pembinaan dan pemberdayaan jasa konstruksi di Daerah yang terbagi dalam dua sesi, yakni paparan materi dan diskusi tanya jawab, debgan jumlah peserta kurang lebih 120 orang, meliputi tim pembina jasa konstruksi, satker dan PPK, Asosiasi Badan Usaha, dan para rekanan yang jalankan proyek fisik di Konsel, sumber dana pembiayaan sosialisasi ini dari APBD melalui DPA Dinas PU dan TR Konsel tahun 2017 " tegasnya
( Akbar )

Dispendik Kabupaten Ngawi Mengadakan Workshop Pengembangan Kurikulum Bahan Ajar & Model Pembelajaran PAUD




Laporan – Prastiwi
Wartawati Tabloid Cakrawala


NGAWI - Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi Mengadakan Workshop Pengembangan Kurikulum Bahan Ajar & Model Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bertempat di Aula Notosuman Ngawi. Tahap I dilaksanakan Bulan Mei 2017 dan Tahap 2 dilaksanakan Bulan Oktober 2017. Sedangkan dana untuk kegiatan Workshop ini dari APBD dengan  jumlah peserta 1350 orang terdiri dari Guru Kelompok Bermain atau Guru PAUD, Guru TK, Penilik TK & Pengawas TK.

Hal ini dijelaskan Kepala Bidang Pembinaan PAUD & Pendidikan Masyarakat Dispendik Kab. Ngawi Istamar S.Pd., M.Pd., "Tujuan Workshop adalah memberikan pemahaman dan pemantapan kepada Pendidik Paud tentang pengembangan kurikulum dan bahan ajar PAUD. Hal ini untuk menjamin impelementasi kurikulum 2013 (K13) pada jenjang pendidikan Paud & TK yang akan dikembangkan di Kabupaten Ngawi", jelasnya.

Kepala Dispendik Kabupaten Ngawi Drs. Abimanyu M.Si ketika ditemui Wartawan Cakrawala mengatakan,  "Melalui Workshop diharapkan dapat meningkatkan kompetensi tenaga pendidik PAUD, khususnya TK dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran di lembaga pendidikannya secara terpadu. Serta diharapkan dapat membangun, etika, dan etos kerja tenaga pendidik dan kependidikan PAUD & TK", ujarnya.

Lebih lanjut Istamar mengungkapkan, "Tujuan khusus Workshop ini menyusun rencana pembelajaran yang terinterpelasi secara holistik. Selanjutnya menyusun etika Guru PAUD & TK dalam membangun profesionalisme, mengembangkan sistem penilaian lembaga PAUD & TK yang praktis dan edukatif".

Supiyatun S.Pd Kasi PAUDNI  menambahkan, "Materi yang disampaikan dalam Workshop ini adalah Permendikbud 137/2014, pemahaman tentang Kurikulum PAUD & TK, penyusunan program semester,  evaluasi dan penilaian. Serta mengatur strategi pembelajaran, kemudian analisa kekurangan dan kelebihan metodeologi yang sudah dilaksanakan dalam program pengelolaan PAUD & TK. Misalnya mengenalkan sistem menata ruang kelas sudut, menata ruang area, dan menata ruang sentra. Di pendidikan PAUD & TK ada program pembelajaran dengan metode yang tepat. Setelah pelaksanaannya, dalam rentang waktu empat minggu kedepan akan dievaluasi oleh Tim Dispendik & semoga kinerja mereka setelah mengikuti Workshop meningkat & kegiatan ini menjadi informasi berharga bagi pendidik, dan tenaga kependidikan di Kab. Ngawi", imbuhnya. (ADV/Dispendik/Tiwi)

Evaluasi Capaian Kinerja Pengembangan PRA Di Puskesmas Kabupaten Ngawi Tahun 2017




Laporan – Prastiwi
Wartawati Tabloid Cakrawala

NGAWI - Evaluasi Capaian Kinerja Pengembangan Pelayanan Ramah Anak (PRA) Di Puskesmas 
Kabupaten Ngawi yang terdiri 24 Puskesmas dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober 2017 dan berakhir 17 November 2017 dengan waktu yang berbeda secara bergantian dipimpin langsung Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngawi Hj. Antiek Budi Sulistyono, SH didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak & Keluarga Berencana (PPPA & KB) Kab. Ngawi Indah Kusumawardhani, S.Pt., M.Si dan Anggota Tim Evaluasi.

Pelaksanaan Pengembangan PRA di 24 Puskesmas di Wilayah Kabupaten Ngawi mendasar pada Instruksi Bupati Ngawi Nomor 1 Tahun 2017. Dalam menjalankan fungsinya, Puskesmas Ramah Anak berdasarkan pada pemenuhan, perlindungan dan penghargaan atas hak anak. Adapun 4 (empat) prinsip perlindungan anak, yaitu non diskriminasi, kepentingan terbaik bagi anak, hak untuk hidup, kelangsungan hidup dan perkembangan serta penghargaan terhadap anak.

Tim Evaluasi  atau Penilai dari Dinas Kesehatan Kab. Ngawi Kabid Kesehatan Masyarakat dr. Hj. Nugrahaningrum menjelaskan, "Maksud evaluasi ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pencapaian kinerja 24 Puskesmas  dalam melaksanakan pemenuhan hak dan perlindungan anak bidang kesehatan dasar dan kesejahteraan. Sedangkan tujuannya mempercepat upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak melalui penyelenggaraan PRA. Sasaran kegiatan ini diantaranya tenaga kesehatan; seluruh keluarga dan anggota keluarga lainnnya yang tinggal bersama anak; kelompok anak (Forum Anak, Saka Bhakti Husada); Sekolah; Organisasi Profesi; dsb. Adapun aspek yang dinilai adalah Kelembagaan; Sarana Prasarana dan lingkungan; Pelayanan dan Pengelolaan", jelasnya.

Indah Kusumawardhani selaku anggota Tim Penilai yang menjabat sebagai Kadin PPPA & KB Kab. Ngawi m menambahkan "Adanya evaluasi capaian kinerja pengembangan anak di 24 Puskesmas Se-Kabupaten Ngawi dapat diketahui tingkat keberhasilan dan kendala dalam operasional pemenuhan hak kesehatan dasar anak. Saya selaku Kadin PPPA & KB hanya sebagai fasilitator dalam Pengembangan PRA di Kabupaten Ngawi bekerja bersama BAPPELITBANG, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan Tim Penggerak PKK Kab. Ngawi", paparnya.

Di akhir evaluasi capaian Kinerja Pengembangan Pelayanan Ramah Anak Di  24 Puskesmas Tahun 2017, Ketua Tim Penilai Hj. Antiek Budi Sulistyono ketika ditemui Wartawan Cakrawala mengatakan,
"bahwa pelayanan ramah anak disediakan bukan hanya karena ada kunjungan tim evaluasi, tetapi harus dijadikan sebagai suatu keharusan yg merupakan tugas profesional,  lain kali saya akan mampir ke 24 Puskesmas lagi, untuk melihat apakah pelayanan pada anak masih sama dengan yang saat ini disediakan. Setelah diadakan evaluasi di 24 Puskesmas Se-Kabupaten Ngawi rata-rata dalam peningkatan pemenuhan hak kesehatan anak dilaksanakan secara optimal, sehingga layak disebut 24 Puskesmas Se-Kabupaten Ngawi Ramah Anak', karena PRAnya bagus & berhasil",
ujarnya. (ADV, Dinas PPPA & KB/Tiwi)

Musrenbang Kecamatan Paron Tahun 2018 Untuk Menampung Aspirasi Masyarakat Di 14 Desa

Laporan – Prastiwi Wartawati CAKRAWALA NGAWI - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan adalah forum musyawar...