Kamis, 21 Desember 2017

Safari Partai Hanura Mampir Ke Kota Wali Demak




Laporan – Nuryanto
Wartawan Tabloid CAKRAWALA

DEMAK– Partai Politik Hanura kembali melakukan Safari Hanura Lintas Pulau Jawa mulai dari Semarang dilanjut ke kab Demak, Kudus dan berakhir di Pati. Safari yang dimulai sejak Selasa (19/12) hingga Rabu (20/12) tersebut merupakan bagian dari kegiatan menjelang HUT Hanura ke 11 pada Sabtu (23/12) nanti.
Saat tiba di kota Demak, tim safari tersebut singgah di Kantor Hanura guna menyapa para pengurus dan kader Hanura di kota Demak, serta untuk menyapa masyarakat Demak, seperti yang dituturkan oleh Ketua Bidang Pertahanan Inteligen Luar Negri dan Kominfo Partai Hanura sekaligus ketua rombongan tim safari Obrien Sitepu.
“Kegiatan Tim safari partai Hanura lintas Jawa adalah sebagai kegiatan dari Hanura menyapa daerah, kami datang menyapa seluruh masyarakat daerah. Tema yang kami angkat adalah Hanura bali deso, iso rumongso. Dimana berarti Hanura kembali ke desa dari mana kami berasal,” terang Obrien.
Dalam kesempatan tersebut kepada para simpatisan dan kader Hanura yang menyambut kedatangan tim safari, Obrien menyampaikan pesan salam dari Ketua DPD Hanura Osman Fatah, bahwa menaruh kepedulian tinggi terhadap daerah itu penting.
“Kami sangat peduli ke daerah, karena tanpa daerah, pusat bukan apa apa, karena slogan kami : daerah kuat indonesia jaya, juga untuk memanaskan mesin politik Hanura. Yang lakn sekarng yang lain boleh konsentrasi ke pilkada, tapi ingat mesin politik harus digerakkan,” tutur Obrien.(yanto)

Senin, 18 Desember 2017

Festival Durian Spektakuler Argo Munung Desa Karanggupito Dimeriahkan Dengan Pemberian Penghargaan Bupati Award Tahun 2017


Laporan _-Prastiwi
Wartawati Tabloid CAKRAWALA

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ngawi baru pertama kalinya menggelar Festival Durian Argo Munung di Desa Karanggupito, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi mampu menyedot ribuan  para penggemar durian untuk datang ke lokasi kegiatan yang sekaligus sebagai ajang Bupati Award 2017, pada hari Minggu (10/12/2017).

Jaseman, S.STP, M.Si Kabid Pemberdayaan dan Kelembagaan Masyarakat DPMD Kabupaten Ngawi selaku Ketua Pelaksana Festival Durian menjelaskan, "Festival Durian  tidak lepas dari hasil kerjasama antara Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Ngawi sebagai leading sector dengan Disparpora Kab. Ngawi, Asosiasi Desa Wisata (Asidewi) Ngawi dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Karanggupito. Animo masyarakat sangat luar bisa, penggemar durian bisa mendapatkan harga mulai 40 ribu hingga 150 ribu perbuah. Festival Durian ini sebagai bentuk nyata memberdayakan masyakarat lokal desa bersaing secara ekonomi dengan memanfaatkan hasil produksi pertanian serta perkebunan seperti di Desa Karanggupito memang merupakan wilayah desa penghasil buah durian dengan cipta rasa yang khas, tentu antara desa satu dengan lainya produk yang dihasilkan ada perbedaaan mengacu pada letak geografis dan sistem perekonomian lokal. Pada festival ini disajikan berbagai macam masakan dengan bahan dasar durian agar masyarakat yang datang dapat menikmati enak dan legitnya hasil olahan warga masyarakat Desa Karanggupito", jelasnya.

Lebih lanjut Kepala DPMD Kabupaten Ngawi Kabul Tunggul Winarno, S.IP menerangkan, "Festival Durian yang baru pertama kalinya digelar sangat diharapkan menjadi agenda tahunan yang mendapat sambutan dan apresiasi dari masyarakat Ngawi, bahkan wisatawan domestik yang datang dari berbagai kota di Indonesia. Pada Festival ini Bupati Ngawi Ir. H. Budi Sulistyono juga memberikan penghargaan kepada tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, budayawan, pengusaha muda maupun para interpreneur muda yang telah berinovasi total secara kompetitif seperti si Kecil Talitha Salsabila Siswi Kelas VI SDN Margomulyo 1 Ngawi Putri Sulung Sekpri Bupati Ngawi Ummu Bayyinah, SP, M.Si mendapat pengharhagaan sebagai siswi multitalenta di Tahun 2017 mendapat 15 Penghargaan baik Tingkat Kabupaten, Provinsi Jawa Timur dan Nasional. Pada intinya bagi mereka yang telah memberikan kontribusi bagi akselerasi pembangunan di wilayah Ngawi sesuai bidangnya masing-masing melalui Bupati Award Tahun 2017", terangnya.

Usai acara Festival Durian ketika ditemui Wartawan Cakrawala Bupati Ngawi Budi Sulistyono mengatakan, "Adanya Festival Durian Argo Munung ini memberikan motivasi kepada 213 Desa dan 4 Kelurahan yang ada di Ngawi untuk menghasilkan satu produk kelas global yang unik khas daerah dengan memanfatkan sumber daya lokal dalam upaya meningkatkan Industri Kecil Menengah (IKM) berdaya saing dipasar domestik dan global, dengan demikian tujuanya nanti tidak lain untuk menggali dan mempromosikan produk inovatif dan kreatif lokal, dari sumber daya, yang bersifat unik khas daerah, bernilai tambah tinggi, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan, memiliki image dan daya saing yang tinggi. Pemkab Ngawi ingin lebih mengenalkan lagi,  bahwa durian Karanggupito yang mempunyai khas rasa yang sangat enak, legit dan variannya banyak. Selain itu ingin menjadikan Karanggupito sebagai Desa Wisata khas durian. Pemkab Ngawi akan mengoptimalkan acara ini melalui DPMD dan Disparpora sebagai salah satu branding wisata desa, sehingga ke depannya festival ini akan berkembang dan terus berlanjut dengan berbagai kreatifitas dan inovasi", ujarnya. (Tiwi)

PROGRAM UNGGULAN DESA WULELE JAYA FOKUS PADA PENGEMBANGAN KOMODITI KELAPA.




Laporan – Akbar
Wartawan Tabloid CAKRAWALA

WULELE JAYA - Dalam rangka peningkatan kafasitas ekonomi Masyarakat, Pemdes Wulele Jaya,  Kec.  Buke,  Kab. Konsel,  terus menggagas program yang dapat mendukung pencapaian ekonomi tersebut,  dengan pengembangan dan penanaman komoditi Kelapa,  baik Kelapa jenis Hibrida maupun kelapa jenis lokal,  yang dapat mengubah dan meningkatkan perekonomian menuju kesejateraan, selain itu Desa Wulele jaya juga mendapat kepercayaan dari pemda Konsel sebagai Desa tempat pengembangan pakan ternak Sapi, dengan bantuan penanaman Rumput gaja,  seluas 15 ha,  yang kemudian dapat bertabah areal penanamannya.
Program penanaman dan pengembangan komoditi kelapa,  merupakan bagian dari kegiatan Bumdesnya,  yang pengelolaannya terus dilakukan kedepan dengan fokus pada pengembangan dan penanaman Komoditi Kelapa, hal ini merupakan realisasi dari program DD yang diluncurkan Pemerintah pusat.
Sebagaimana yang disampaikan oleh Kades Wulele Jaya,  Amiruddin pada media ini menjelaskan bahwa " saat ini kami sedang dalam proses penyelesain fisik tahap dua,  yang sebelumnya telah usai melakukan pembangunan peningkatan Jalan 3 km,  pembuatan Drainase 100 m,  dan pembangunan Deucher 3 unit,  adapun yang merupakan tahap dua adalah pembangunan Jembatan satu unit,  yang pelaksanannya sedang dalam proses " tegasnya
" Bahwa Badan usaha milik Desa ( Bumdes)  Desa Wulele jaya fokus pada pengembangan dan penanaman komoditi Kelapa,  baik jenis Hibrida maupun lokal, selain itu Desa Wulele jaya mendapat kepercayaan dari pemda Konsel untuk pengembangan dan penanaman Pakan Ternak ( Rumput Gaja),  seluas 15 ha,  yang dapat bertambah kedepan, hal ini dikarenakan cultur tanah Desa Wulele Jaya cocok dengan penanaman rumput gaja " katanya
Lanjut Kades, bahwa dalam pelaksanaan kegiatan tersebut dilaksanakan oleh TPKD bersama seluruh elemen Masyarakat,  yang sebagai ketua TPK adalah Siswan,  Karmila selaku Bendahara dan Marwan Husai sebagai ketua Bumdes,  serta jumlah kk adalah 228 dan mata pencaharian Warga adalah petani dan pekebun.
" Ia juga menambahkan bahwa, dengan adanya program DD yang diluncurkan oleh pemerintah pusat,  sangat kami afresiasi sebab tanpa program Nasional ini maka sarana infrastruktur belum tentu nampak seperti sekarang ini,  selain mendapatkan ruang Masyarakat juga menambah penghasilan tanpa harus keluar jauh bekerja kedaerah lain,  dan diwilayah yang dinohkodainya saat ini memiliki sumber daya alam yang telah difungsikan oleh Masyarakat,  yakni sumber air bersih " ucap Amiruddin. ( Akbar)

PERUBAHAN PERWAJAHAN DESA PALOTAWO NAMPAK DAN JELAS.




Laporan – Akbar
Wartawan Tabloid CAKRAWALA

TINANGGEA - Peningkatan dan perubahan yang sangat signifikan terhadap suatu wilayah merupakan hal yang diidamkan oleh semuah elemen Masyarakat, baik perubahan pada lingkungan maupun perubahan pada sumber daya manusianya, hal ini terlihat pada hasil pembangunan yang ada saat ini,  yang sebelumnya sangat minim akan sarana infrastruktur, baik infrastruktur pada sektor pemerintahan,  sektor kesehatan hingga pada sektor ekonomi.
Menciptakan perubahan dan peningkatan perwajahan Desa Palotawo,  kec. Tinanggea, kab.  Konsel,  bukanlah hal muda,  namun membutuhkan perjuangan,  pengorbanan hingga pada kesabaran dan kedisiplinan dalam bertindak,  seperti yang dilakukan selama ini oleh Hamrudin selaku kades Palotawo, sehingga perwajahan lingkungan ini terlihat asri.
Sebagaimana dalam kutipan suara oleh Hamrudin selaku Kades Palotawo memaparkan pada Awak media Cakrawala,  mengatakan bahwa " Karena program - program yang digagas secara bersama oleh unsur pemerintah Desa dengan Masyarakat,  menjadikan Desa ini menjadi terlihat lebih baik dari sebelumnya, palagi saat ini sedang dalam proses penyelesaian program yang merupakan kegiatan tahap dua dalam program Dana Desa " paparnya
" Adapun kegiatan yang dimaksud adalah pembangunan Drainase dengan volume 95 m,  serta pembangunan RTLH dengan alokasi anggaran sebanyak Rp. 147.000.000.00, yang sebelumnya pada tahap satu telah menyelesaikan pembuatan Drainase sepanjang 400 m, serta pengadaan bibit Kambing sebanyak 50 ekor,  buat 50 kk,  yang pembagiannya melalui empat kelompok tani, yang diharapkan pada Masyarakat dapat memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik - baiknya " ucapnya
Lanjut Hamrudin,  bahwa kegiatan ini dikelolah oleh TPKD yang diketuai oleh Kusni, Asfin sebagai bendahara dan Randi Tabara selaku ketua Bumdes, bahwa program DD ini merupakan program yang pro Rakyat yang perlu diafresiasi terutama pada Pemda Konsel dan pemerintah pusat,  sebab program ini sangat banyak manfaat yang ditimbulkan baik proses jalannya oemerintah di Desa Maupun manfaat yang dinikmati secara langsung oleh Masyarakat, dengan profram ini semuah infrastruktur serta peningkatan kafasitas ekonomi Masyarakat menjadi terakomodir.
" Ia juga menambahkan,  jumlah kk yang dinahkodainya adalah 112 kk,  dengan jumlah jiwa 503, serta pencaharian warga adalah petani dan pekebun, saat ini kami sedang menyiapkan program penanaman Kelapa dalam,  sebab komoditi ini sangat menjanjikan dan dapat meningkatkan perekonomian warga, yang telah terbukti pada desa lain " kata Hamrudin sebagai Kades Palotawo. ( Akbar)

PENINGKATAN INFRASTRUKTUR MERUPAKAN SARANA PRIORITAS DALAM PENGEMBANGAN LINGKUNGAN.




Laporan – Akbar
Wartawan Tabloid CAKRAWALA

ANDOOLO UTAMA - Upaya yang dilakukan pemdes merupakan langka - langka dalam pemenuhan sarana dan prasarana dalam menciptakan kebutuhan pemerintah serta Masyarakat dalam melakukan pelayanan, guna memastikan proses berjalannya roda pemerintahan dalam suatu wilaya berjalan lancar,  sebagai bentuk peningkatan infrastruktur yang merupakan sarana prioritas dalam pengembangan lingkungan pedesaan,  seperti yang tengah berjalan pelaksanaannya dalam realisasi tahap dua, yang sebelumnya telah menyelesaikan kegiatan fisik tahap satu, Desa Tetenggolasa,  kec. Andoolo utama,  kab. Konsel.
Adapun kegiatan fisik yang telah usai proses pembangunannya adalah pembangunan Rumah tidak layak huni ( RTLH)  sebanyak 10 unit,  untuk 10 rumah tangga tidak mampu,  peningkatan jalan sepanjang 3 km, serta kegiatan yang tengah berlangsung proses pembangunannya, sebagai kegiatan tahap dua adalah pengadaan Lampu Jalan tenaga Surya satu titik, Drainase dengan volume 160 m,  dan Deucher plat 4 unit.
Hal ini relevan dengan yang dipaparkan oleh Kades Tetenggolasa,  Muh. Mahruddin dalam wawancara dengan media ini mengatakan bahwa " Saat ini kami sedang menyelesaikan kegiatan tahap dua,  yang sebelumnya telah rampung 100% pelaksanaan kegiatan tahap satu,  yakni pembangunan RTLH 10 unit,  peningkatan jalan 3 km, adapun kegiatan tahap dua adalah pembangunan Drainase 160 m,  Deucher plat 4 unit dan pengadaan lampu jalan tenaga surya satu titik " ungkapnya
" ini merupakan kegiatan keseluruhan pada tahun 2017 yang telah merupakan kegiatan prioritas dan telah diawali dengan forum musyawara Desa Tetenggolasa, yang akan segra diselesaikan pembangunannya pada akhir Desember " kata Muh. Mahruddin
Lanjut Mahruddin,  adapun pelaksana kegiatan adalah TPKD yang diketuai oleh Ashabul Khafi serta ketua Bumdes adalah Handayani, jumlah kk Desa Tetenggolasa adalah 300 kk,  serta penerimah Rasjin sesuai pagu berjumlah 59 kk,  usaha yang dikembangkan Bumdes Tetenggolasa bergerak pada Saprodi dan penggemukan Sapi bergulir.
Ia juga menambahkan bahwa " sangat bersyukur dan gembira serta afresiasi pada pemda Konsel, juga pada pemerintah pusat karena program yang diluncurkan dan ditujukan ke setiap Desa,  sangat banyak manfaatnya, dan telah membantu pemerintahan di Desa dalam meningkatkan sarana infrastruktur, baik pada sektor pemerintahan,  sektor kesehatan,  sektor ekonomi yang saat ini telah dinikmati oleh seluruh elemen Masyarakat melalui ketersediaan saran dan prasaran " ucap Kades Tetenggolasa. ( Akbar)

Musrenbang Kecamatan Paron Tahun 2018 Untuk Menampung Aspirasi Masyarakat Di 14 Desa

Laporan – Prastiwi Wartawati CAKRAWALA NGAWI - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan adalah forum musyawar...